Festival Qasidah Rebana Ke-8 di Karo: Pererat Ukhuwah, Hidupkan Seni Islami, dan Dorong Generasi Muda Cintai Qasidah

 

Foto Bersama REMPALA Indonesia Karo dan panitia festival qasidah rebana klasik Ke-8 Se Kab. Karo

diksisumutcom. Karo, 09 November 2025-Festival Qasidah Rebana Klasik Ke-8 Kabupaten Karo kembali digelar dengan penuh semarak. Acara ini menjadi wadah untuk menyiarkan dan melestarikan seni budaya Islami, khususnya melalui musik qasidah rebana yang sarat dengan nilai dakwah, moral, serta kecintaan kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW.

Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, di antaranya Pemerintah Kabupaten Karo, perwiritan kaum bapak/ibu se-Tanah Karo, REMPALA (Remaja Masjid Pecinta Alam) Sumatera Utara, serta seluruh pengurus REMPALA kabupaten/kota se-Indonesia. Festival dibuka secara resmi oleh Ketua Panitia, Aji Purwanto, dengan dukungan penuh dari Pengurus DPW Rempala Sumut Said Salman, Pengurus Rempala Karo Dewi Junaida, Pembina M. Ali Agus Pohan, dan Kepala KUA Kecamatan Berastagi, H. Fahmi Sahuddin Tarigan, serta para tokoh agama.

Tahun ini, festival diikuti oleh 30 kelompok peserta dari berbagai kecamatan, seperti Berastagi, Kabanjahe, Mardinding, Tiga Panah, dan Dolat Rakyat. Adapun kategori perlombaan meliputi kategori Dewasa, Remaja, dan Anak-anak, mencerminkan upaya membangkitkan kembali kecintaan qasidah di semua lapisan usia.

Ketua Panitia, Aji Purwanto, menyampaikan bahwa festival ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga sarana mempererat tali silaturahmi antar kelompok pengajian dan masyarakat. “Melalui festival ini, kami ingin memperkuat syiar Islam, memperluas ukhuwah, serta menumbuhkan kecintaan generasi muda pada seni qasidah. Selain kompetisi, acara ini menjadi media silaturahmi dan dakwah yang menyentuh hati,” ujarnya.

Masyarakat memberikan respons positif atas terselenggaranya kegiatan ini. Kehadiran festival dianggap mampu menghidupkan kembali budaya qasidah dan gambus yang sempat meredup di daerah tersebut, sekaligus mendorong pertumbuhan UMKM yang turut meramaikan suasana acara.

“Semoga festival ini mampu memberikan rangsangan kepada generasi muda muslim agar tetap mencintai lagu-lagu qasidah maupun irama gambus,” ujar Aji Purwanto.

REMPALA Karo menegaskan komitmennya untuk tetap menyelenggarakan festival ini setiap tahun. Bahkan, rencananya pada tahun mendatang, kegiatan tersebut akan dilaksanakan di luar Kecamatan Berastagi sebagai bentuk perluasan syiar dan pemerataan kegiatan seni Islam di wilayah Karo.

Festival ini berkembang menjadi bukan hanya panggung seni, tetapi juga ajang kebersamaan, dakwah, dan penguatan jalinan ukhuwah Islamiyah di Tanah Karo.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.