HMI Medan Murka: Presiden Pergi di Saat Rakyat Menderita!

 

@diksisumutcom, Medan – Ilham Panggabean, Ketua Bidang Pembangunan Demokrasi dan Politik HMI Cabang Medan, dengan tegas menyampaikan kekecewaan dan kemarahan mendalam terhadap sikap Presiden yang memilih meninggalkan tanah air di saat rakyat masih bergulat dengan bencana yang belum tertangani sepenuhnya. Di tengah jeritan dan kepedihan masyarakat, Presiden justru lebih mengutamakan agenda luar negeri. Tindakan tersebut dinilai tidak sensitif dan mencederai nilai dasar kenegarawanan seorang kepala negara.

Ilham Panggabean menilai langkah Presiden sebagai bentuk pengabaian terhadap tanggung jawab moral dan konstitusional. Ia mengingatkan bahwa beberapa hari sebelumnya publik dikejutkan oleh sikap tidak pantas Bupati Aceh Selatan, Mirwan MS, yang memilih berangkat umroh pada saat warganya tengah dilanda bencana. Presiden bahkan telah meminta Menteri Dalam Negeri untuk segera mengambil tindakan terhadap bupati tersebut. Namun ironisnya, pernyataan Presiden justru bertolak belakang dengan tindakannya sendiri: ketika rakyat membutuhkan pemimpinnya hadir, beliau malah pergi ke negara tetangga, Pakistan.

Menurut Ilham, agenda luar negeri tersebut seharusnya dapat diwakilkan, sementara penanganan bencana di dalam negeri jauh lebih mendesak dan membutuhkan kehadiran langsung seorang kepala negara. Situasi ini menimbulkan kesan bahwa penanganan bencana dibiarkan berlarut-larut tanpa kepemimpinan yang sigap, bahkan seolah pemulihan sengaja berjalan lambat.

“Ketidakhadiran Presiden pada masa krisis bukan hanya kelalaian, tetapi simbol lemahnya komitmen terhadap nilai kemanusiaan dan kepemimpinan yang beradab. Negara tidak boleh absen, terlebih ketika absennya terjadi karena pilihan pemimpinnya sendiri,” tegas Ilham Panggabean.

Ia mendesak Presiden untuk segera menunjukkan tanggung jawab nyata, bukan sekadar retorika. Presiden harus turun langsung memastikan penanganan bencana berjalan maksimal, hadir di lokasi, mendengar suara rakyat, dan membuktikan bahwa negara masih memiliki pemimpin yang peduli pada penderitaan warganya. Bila amanah konstitusi tidak dijalankan, menurut Ilham, kritik keras rakyat adalah konsekuensi yang layak.

Sebagai agent of change dan social control, Ilham Panggabean menegaskan bahwa HMI Cabang Medan tidak akan diam. HMI akan terus menyuarakan kebenaran, mengecam tindakan yang merugikan publik, dan memastikan moralitas demokrasi tidak dikorbankan demi kepentingan politik sesaat.

“HMI berdiri bersama rakyat dan menolak segala bentuk kepemimpinan yang abai terhadap penderitaan bangsa,” tutup Ilham.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.