HMI Medan Minta APH Usut Tuntas Revitalisasi Stadion Teladan: Soroti Pernyataan Bobby Nasution, Jangan Lempar Batu Sembunyi Tangan
Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Medan melalui Bidang Politik, Demokrasi dan Pemerintahan menilai polemik terkait revitalisasi Stadion Teladan harus dibuka secara terang dan objektif kepada publik. Proyek ini sejak awal direncanakan dan dimulai pada periode kepemimpinan sebelumnya dengan dukungan anggaran yang besar, yakni sekitar Rp275 miliar dari APBN untuk pembangunan utama stadion serta lebih dari Rp120 miliar dari APBD Kota Medan untuk fasilitas pendukung kawasan. Peletakan batu pertama bahkan telah dilakukan pada Februari 2024 dengan target awal penyelesaian pada akhir 2024 sebelum kemudian mundur hingga 2025.
Namun hingga memasuki tahun 2026, fakta di lapangan menunjukkan proyek revitalisasi Stadion Teladan belum juga rampung. Padahal secara kronologis, tanda-tanda keterlambatan sudah terlihat sejak fase awal konstruksi ketika progres pembangunan berjalan lambat dan beberapa kali mengalami perubahan target penyelesaian. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan publik terkait kualitas perencanaan proyek, efektivitas pengawasan, serta komitmen penyelesaian pembangunan yang sejak awal telah digembar-gemborkan kepada masyarakat Kota Medan.
Menanggapi dinamika yang berkembang di ruang publik, Ilham Panggabean, Ketua Bidang Politik, Demokrasi dan Pemerintahan HMI Cabang Medan, menilai bahwa pernyataan yang terkesan menyudutkan kepemimpinan saat ini tidak mencerminkan sikap kepemimpinan yang bertanggung jawab. Menurutnya, narasi yang berkembang justru berpotensi menyesatkan opini publik karena proyek revitalisasi Stadion Teladan sendiri dimulai dan disahkan pada periode kepemimpinan sebelumnya. “Pernyataan yang terkesan melempar tanggung jawab kepada pihak lain di ruang publik dapat dimaknai sebagai sikap lempar batu sembunyi tangan, tegas Ilham.
Lebih lanjut, Ilham menegaskan bahwa proyek pembangunan yang menggunakan anggaran ratusan miliar rupiah tidak boleh dibiarkan menjadi polemik politik semata. HMI Cabang Medan meminta Aparat Penegak Hukum (APH) untuk melakukan penelusuran secara menyeluruh terhadap proses perencanaan, penganggaran, hingga pelaksanaan proyek revitalisasi Stadion Teladan. Langkah ini penting untuk memastikan tidak adanya penyimpangan serta memberikan kejelasan kepada publik mengenai penyebab keterlambatan proyek tersebut.
Sebagai organisasi mahasiswa yang memiliki tanggung jawab moral terhadap kontrol sosial, HMI Cabang Medan menegaskan bahwa transparansi dan akuntabilitas adalah prinsip yang tidak dapat ditawar dalam setiap kebijakan publik. Pemerintah daerah, pemerintah pusat, serta seluruh pihak yang terlibat dalam proyek ini harus membuka data dan perkembangan pembangunan secara jujur kepada masyarakat. Kepentingan utama yang harus dijaga adalah kepentingan rakyat Kota Medan, bukan kepentingan pencitraan politik segelintir pihak.

Post a Comment