KPK SEBUT PEJABAT BANYAK BERMAIN WANITA. KABID PEMBINAAN RUMPUN MAHASISWA ASAHAN RAYA MEDAN: LEBARAN KEMARIN ANNGGOTA DPRD SUMUT ADA YANG TRANSFER, INI PELANGGARAN MORAL!!! COPOT!!!
Medan (20/04/2026). Berita mengejutkan dari pernyataan KPK yang mengatakan bawah banyak hasil korupsi yang di gunakan untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang melanggara moral, tentunya ini menjadi refleksi besar bahwa banyak oknum pejabat negara yang tidak pantas menjadi contoh masyarakat.
Menanggapi hal ini, Rumpun Mahasiswa Asahan Raya (RUMAYA) dalam agenda konsolidasinya menjadikan ini sebagai salah satu topik yang harus segera ditindaklanjuti. Sebagai sosial kontrol, mereka berharap besar bahwa pejabat-pejabat di Asahan baik eksekutif maupun legislatif yang menjadi perwakilan mereka untuk berhati-hati dengan permasalahan ini.
Mengingat bahwa dalam lebaran yang telah lewat terdapat aduan dan temuan antara salah satu anggota DPRD Sumatera Utara dari dapil Asahan yang diduga melakkan transfer kepada salah satu pegawai trapis yang bekerja di Sakura SPA kisaran.
Ketua Bidang Pembinaan RUMAYA Tegar Sianipar dalam agenda konsolidasi menyampaikan
"Kita berharap pejabat kita dapat menjadi role model khususnya legislatif yang di pilih menggunakan suara kita,namun jika hal seperti ini benar terjadi maka kita tidak bisa terima di wakili oleh oknum yang melanggar moral"
RUMAYA menilai bahwa ini jelas harus segera mendapat perhatian serius dari masyarakat Asahan yang di khianati dan dari pertai pengusung
"Asahan tidak boleh di wakili oleh oknum-oknum yang memalukan, harus ada gerakan agar masyarakat dapat memperhatikan hal ini dan partai pengusung harus bertanggung jawab" ucap pengurus RUMAYA tersebut
Secara tegas ketua bidang Pembinaan RUMAYA tersebut menyampaikan telah membahas ini dan akan turun ke jalan sebagi bentuk pengingat dan mendesak agar oknum DPRD Sumatera Utara tersebut untuk segera menanggung atas perbuatannya
"Kita sudah bahas dan akan turun ke jalan, agar oknum tersebut dapat bertanggung jawab atas kesalahannya meminta maaf kepada masyarakat Tanjung Balai, Asahan,Batu Bara dan bila perlu lepas dari posisinya" Ucap Ketua bidang Pembinaan RUMAYA.

Post a Comment