Marwah UINSU Tercoreng! HMI FIS UINSU Kritik Kelalaian Birokrasi atas Munculnya Konten Judi Online di Situs Kampus
Medan, 7 Juni 2026 Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Fakultas Ilmu Sosial Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (FIS UINSU) melalui Bidang Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan, dan Pemuda (PTKP) menyampaikan kritik keras atas dugaan kelalaian pengelolaan sistem keamanan website di lingkungan UINSU yang mengakibatkan munculnya konten atau tautan yang mengarah pada situs judi online.
Kabid PTKP HMI FIS UINSU, Jahirun Manik, menilai peristiwa tersebut merupakan tamparan keras bagi marwah kampus yang selama ini mengusung nilai-nilai keislaman dan integritas akademik.
"Sangat memalukan apabila website yang membawa nama UINSU justru dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk menyebarkan konten judi online. Ini menunjukkan adanya kelalaian serius dalam pengawasan dan keamanan sistem digital kampus," tegas Jahirun Manik.
Menurutnya, pihak kampus tidak boleh menganggap persoalan ini sebagai masalah teknis semata, melainkan sebagai bentuk kegagalan dalam menjaga kredibilitas institusi di ruang digital.
"Bagaimana mungkin kampus yang menjadi pusat pendidikan dan moral justru kecolongan hingga nama baik UINSU tercoreng oleh praktik-praktik yang bertentangan dengan nilai agama dan hukum? Jangan sampai kelalaian ini menjadi bukti bahwa tata kelola teknologi informasi di UINSU berjalan tanpa pengawasan yang serius," ujar Jahirun Manik.
Ia juga mendesak pimpinan universitas dan unit terkait agar segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan website serta memberikan penjelasan secara terbuka kepada sivitas akademika dan masyarakat.
"Kami tidak ingin kampus hanya sibuk membangun citra, tetapi lalai menjaga fondasi dasarnya. Jika keamanan website saja tidak mampu dijaga, maka publik berhak mempertanyakan sejauh mana keseriusan UINSU dalam membangun tata kelola yang profesional dan akuntabel," katanya.
HMI FIS UINSU menegaskan bahwa permasalahan tersebut harus menjadi perhatian serius dan tidak boleh dibiarkan berlarut-larut, sebab menyangkut nama baik institusi, kepercayaan masyarakat, serta kehormatan dunia akademik.
"Kampus seharusnya menjadi benteng ilmu pengetahuan dan moralitas, bukan malah menjadi celah bagi masuknya praktik-praktik yang merusak generasi bangsa. Pimpinan UINSU harus bertanggung jawab dan tidak boleh menutup mata terhadap persoalan ini,"tutup Jahirun Manik.

Post a Comment