Dairi di Ambang Bencana: BKPRMI Menuntut Penutupan Total PT DPM & Gruti
DAIRI - Maraknya kejadian banjir bandang dan longsor di berbagai daerah di Indonesia menjadi peringatan keras bagi Kabupaten Dairi. Kerusakan hutan, penebangan liar, dan aktivitas tambang yang tidak terkendali termasuk yang dilakukan oleh PT DPM dan Gruti dinilai berpotensi besar memperparah kerusakan lingkungan dan meningkatkan ancaman bencana ekologis.
Menanggapi situasi ini, BKPRMI Kabupaten Dairi menyerukan sikap tegas: PT DPM dan Gruti harus ditutup demi menjaga keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan.
Ketua BKPRMI Kabupaten Dairi Fahri, menegaskan bahwa aktivitas tambang tidak boleh mengorbankan hutan yang menjadi benteng utama wilayah Dairi dari bencana.
“PT DPM dan Gruti harus ditutup. Tidak ada kompromi ketika keselamatan warga Dairi dipertaruhkan. Hutan kita rusak, bukit gundul, risiko longsor dan banjir semakin besar. Kita tidak boleh biarkan itu terjadi,” tegas Fahri.
BKPRMI mengimbau seluruh pemuda dan remaja masjid se-Kabupaten Dairi untuk:
- Mengadakan doa bersama* di masjid masing-masing agar Dairi dijauhkan dari bencana alam.
- Memberikan edukasi lingkungan* kepada jamaah tentang dampak penebangan pohon dan aktivitas tambang terhadap banjir serta longsor.
- Mengajak masyarakat menjaga dan menanam kembali pohon*, serta menolak bentuk eksploitasi hutan yang merusak.
Fahri menegaskan bahwa masjid adalah pusat pembinaan umat yang harus mengambil peran dalam menyelamatkan lingkungan.
“Sampaikan di masjid bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari iman. Jika hutan terus ditebangi dan tambang beroperasi tanpa kontrol, yang jadi korban adalah rakyat. Kita tidak boleh diam,” ujarnya.
Jangan Tunggu Dairi Menjadi Korban Seperti Daerah Lain
BKPRMI mengingatkan bahwa berbagai daerah di Indonesia telah mengalami banjir bandang dan longsor parah akibat hutan yang gundul. Dairi tidak boleh menunggu tragedi serupa terjadi.
“Apakah kita mau menyusul daerah-daerah lain yang hancur karena hutan mereka habis? Sudah jelas penyebabnya: penebangan liar dan tambang. Kita harus bertindak sebelum semuanya terlambat,” ujar Fahri.
BKPRMI menegaskan bahwa penutupan PT DPM dan Gruti bukan sekadar tuntutan, tetapi kebutuhan mendesak demi keselamatan warga dan kelestarian alam.
“Menutup PT DPM dan Gruti adalah langkah paling logis dan moral. Hutan adalah warisan anak cucu kita. Jangan biarkan kepentingan perusahaan merusak masa depan Dairi,” tutup Fahri.

Hutan gundul, bukit rusak, air mati, teman kami ditahan, hubungan keluarga hancur—sudah saatnya PT Gruti ditutup sekarang juga!
BalasHapusTambang yang hanya merusak alam dan menghancurkan kehidupan sosial rakyat harus dihentikan sebelum lebih banyak keluarga terluka.
BalasHapusPT Gruti bukan hanya ancaman ekologis, tapi juga membuat teman kami ditahan dan mengoyak hubungan keluarga, izinnya harus dicabut sekarang.
BalasHapusJangan biarkan hutan dan sungai Dairi dijarah, air bersih hilang, keluarga tercerai-berai—tutup PT Gruti sekarang juga!
BalasHapusRakyat menjerit, teman kami ditahan, hubungan keluarga rusak, alam hancur—pemerintah harus bertindak segera!
BalasHapusTambang yang merusak hutan, menutup akses air, dan menghancurkan tatanan sosial masyarakat harus dihentikan tanpa kompromi.
BalasHapusHutan gundul, air mati, teman kami ditahan, hubungan keluarga rusak—stop operasi PT Gruti sekarang!
BalasHapusLongsor dan banjir bukan kebetulan, tapi akibat nyata perusakan tambang yang juga menghancurkan kehidupan sosial masyarakat.
BalasHapusNaila
BalasHapusPT Gruti sama sekali tidak memberi manfaat bagi rakyat, hanya kehancuran ekologis dan sosial—hentikan operasinya sekarang!
BalasHapusJangan tunggu Dairi menjadi korban berikutnya, teman ditahan, air mati, hubungan keluarga hancur—tutup tambang ini sekarang juga.
BalasHapusAlam Dairi sedang terancam, sungai tercemar, air mati, teman ditahan—saatnya kita bersuara menuntut penutupan PT Gruti.
BalasHapusPT Gruti hanya membawa bencana bagi masyarakat, merusak keluarga, dan menutup akses air bersih—izin harus dicabut sekarang.
BalasHapusSudah jelas hutan dirusak, bukit hilang, air mati, teman ditahan—tindakan tegas pemerintah diperlukan segera.
BalasHapus