Kapolda Tumbang, Hutan Hilang, Mafia Kayu Menang
@diksisumutcom-Di tengah kerusakan hutan yang semakin parah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, publik mempertanyakan ketegasan aparat penegak hukum. Tiga Kapolda di wilayah tersebut yang menyandang pangkat bintang dua dipandang memiliki kewenangan besar untuk memutus mata rantai aktivitas ilegal di kawasan hutan. Namun, hingga kini, bayang-bayang kuatnya jejaring mafia kayu terus mendominasi pemberitaan dan persepsi publik. Sementara itu, bencana alam seperti banjir bandang, longsor, serta rusaknya ekosistem terus menghantam masyarakat yang sebenarnya tidak bersalah.
Hutan yang gundul bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga bukti adanya kelemahan dalam pengawasan dan penegakan hukum. Masyarakat mulai bertanya: bagaimana mungkin para pemimpin kepolisian di tiga provinsi besar ini tak mampu menindak praktik pembalakan liar yang sudah berlangsung bertahun-tahun? Kritik mengalir deras karena publik menilai bahwa aparat seharusnya berdiri pada garda terdepan dalam menjaga kekayaan alam negara, bukan justru terlihat kalah langkah dari sindikat yang bermain kasar dan terang-terangan merusak lingkungan.
Jika memang institusi kepolisian serius ingin menindaklanjuti seluruh dugaan pelanggaran di sektor kehutanan, seharusnya tidak perlu menunggu Kapolri turun tangan. Kapolda memegang komando penuh atas wilayahnya dengan perangkat, kewenangan, dan struktur yang lengkap. Ketika kerusakan hutan terus meningkat, publik wajar mempertanyakan efektivitas kepemimpinan di tingkat provinsi. Keterlambatan tindakan hanya memperpanjang penderitaan masyarakat yang menjadi korban bencana.
Pada akhirnya, pertanyaan besar muncul: apa gunanya pangkat dan jabatan jika tidak digunakan untuk melindungi rakyat dan menghentikan kejahatan lingkungan? Tiga wilayah ini membutuhkan keberanian, integritas, dan langkah konkret, bukan sekadar retorika. Kerusakan hutan tidak menunggu. Bencana tidak menunggu. Dan masyarakat pun tidak akan terus diam melihat unsur negara tampak tak berdaya menghadapi mafia kayu yang merusak masa depan lingkungan hidup.
%20(1).png)
Post a Comment